Bila Anak Tak Suka Buku

30712726_10215471441916391_3114911747090153472_n

:: Agus M. Irkham

“Naila, sini dong, mendekat, Ibu akan membacakan buku untuk mu.” Naila, putri si Ibu yang baru berusia tujuh itu pun mendekat ke arah ibunya. Sebentar ia mendengar nampak tertarik. Tapi tiba-tiba ia merebut buku yang ada di tangan ibunya lantas dilempar. Ia kabur ke luar rumah.

Pernahkah Anda mengalami hal serupa seperti yang saya ilustrasikan di atas?

Continue reading

Di Ambang Kematian

664xauto-hukum-penggunaan-suntik-dan-infus-saat-puasa-160617i

:: Agus M. Irkham

“Put God first. Kata Denzel Washington, peraih piala Oscar lewat film Training Day saat memberikan orasi di Dillard University, Louisiana, Amerika. Put God first in everything you do. Lanjutnya. Denzel mengingatkan kepada yang hadir terutama mahasiswa Dillard University agar mengutamakan Tuhan dalam segala apa pun yang dilakukan.

Saya tidak hendak menempatkan pernyataan tersebut sebagai pernyataan yang merujuk pada keyakinan agama Denzel, namun lebih sebagai nilai (value) spiritualitas yang tentu saja bakal didapatkan di agama mana pun. Kaitan dengan hal itu ada satu peristiwa di bulan April ini pula yang mengingatkan saya pada “Put God first” tersebut.

Continue reading

Nur Rois Kandidat Doktor

184116_2253878583641_7919186_n

:: Agus M. Irkham

Jika kemarin saya cerita tentang Andi, masih tentang teman SMA, kali ini saya akan cerita teman saya lainnya. Rois namanya. Lengkapnya Nur Rois. Teman saat kelas dua SMA. Kami sama-sama mengambil jurusan Sosial (IPS). Kala itu tahun 1995. Jadi kurang lebih 23 tahun lalu. Tidak banyak yang saya ingat dari sosok yang satu ini, kecuali tiga hal. Pertama, kegemarannya menggambar tokoh hero animasi Jepang. Kegemaran itu tidak saja ia lakukan saat jam istirahat, tapi juga saat pelajaran tengah berlangsung.

Continue reading

History of Andi

1937080_1021400915738_3310279_n

:: Agus M. Irkham

Dulu saya punya teman SMA. Namanya Andi. Orangnya lucu dan ganteng. Banyak disukai teman-teman perempuan. Padahal secara intelektual tidak cerdas. Sering berbuat konyol.

Tapi satu hal yang paling konsisten saya lihat darinya adalah orangnya tulus. Di mata dia semua orang baik. Itu sebab mungkin meski tidak pintar secara akademik dia punya banyak teman. Tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan.
Lulus SMA dia melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang.

Continue reading

Reuni

IMG_20180424_102920_990

:: Agus M. Irkham

Secara mudah, kata “reuni” bisa dimaknai pertemuan kembali atau kembali (re) menjadi satu (unity). Menjelang ramadhan seperti sekarang ini, biasanya beragam reuni teragendakan. Bisa reuni bersama kawan-kawan saat di SD, SMP, SMA atau pas kuliah. Masing-masing punya pertimbangan sendiri untuk datang atau tidak. Ada sebagian yang memutuskan diri untuk tidak hadir lantaran merasa hidupnya tidak sesukses teman-teman lainnya. Ada perasaan minder. Ada juga yang (mungkin) semangat sekali untuk hadir, karena reuni bisa menjadi panggung bagi kesukesesan hidupnya.

Continue reading

Cinta Pertama Tan Malaka

IMG_20180423_060518

:: Agus M. Irkham

Majalah Tempo edisi 11-17 Agustus 2008 memuat tulisan khusus tentang Tan Malaka dengan judul di kaver: BAPAK REPUBLIK YANG TERLUPAKAN. Ada banyak sudut pandang tema yang ditulis. Satu di antaranya tentang kehidupan asmara Tan. Perempuan di Hati Macan. Demikian judul artikel yang diberikan. Dikisahkan, Tan Malaka saat masih di sekolah raja (Kweekschool) Bukittinggi, jatuh cinta dengan Syarifah Nawawi. Teman satu sekolah Tan. Syarifah adalah anak dari Nawawi Soetan Makmoer, guru Bahasa Melayu di sekolah raja yang membantu Charles van Ophuijsen menyusun Kitab Logat Melajoe (dikenal sebagai tata Bahasa Ophuijsen) pada tahun 1901.

Continue reading

Skripsi Undercover

IMG_20180312_073819_956

:: Agus M. Irkham

Sudah lama diskursus deschooling mengemuka. Namun yang berlangsung kemudian, bukan orang enggan bersekolah. Sebaliknya, sekolah (belajar dalam sistem formal) masih tetap menjadi pilihan mayoritas orang. Institusi pendidikan terus tumbuh dan berkembang.

Hal ini menandakan bahwa deschooling memang lebih tepat ditempatkan sebagai kritik, sehingga muncul negosiasi, dialektika untuk kemudian menghasilkan tesis baru. Sekolah dengan falsafah dan isi yang baru. Dengan demikian kritik akan berguna—memiliki potensi menghasilkan perubahan—jika dilakukan di dalam. “Peperangan” tersebut dilakukan di dalam gelanggang.

Continue reading

Salah Boleh, Culas Jangan

truth
:: Agus M. Irkham

Beberapa pekan lalu, saat saya berada di Bogor bertemu seorang teman lama. Teman akrab saat dulu kuliah di Undip. Sebut saja Adi. “Sudah lama memang saya bekerja di sini,” terangnya. Setelah berbicara ngalor-ngidul bernostalgia, tiba-tiba Adi terdiam. “Ada apa?” tanya saya. “Mau tidak, kamu menuliskan pengalamanku ini.” “Maksudmu?” “Ya. Saya ada sedikit peristiwa yang buatku ini rahasia, namun juga tak kuat jika saya simpan terus menerus.” “Kenapa saya yang harus menuliskannya? “Karena…khusus tentang ini saya tidak bisa menulis sendiri.”

Lama saya mendengar cerita Adi. Saya pun mencoba menuliskan tuturannya. Untuk menjaga privasi orang-orang yang terlibat dalam cerita tersebut, nama sebenarnya saya sembunyikan. Berikut adalah cerita Adi itu….

***

Continue reading

Habis Baca Terbitlah Gelap

gelap-cute1

: Agus M. Irkham

Ketika saya berada di toko buku, satu hal yang selalu muncul dalam benak saya adalah betapa (nikmat) ilmu Allah Swt itu sangat luas sekali. Sepenuh rak menuliskannya. Dan itu belum cukup. Saya menjadi teringat “tantangan” dari Allah Swt kepada hambanya, jika air laut digunakan sebagai tintanya, sampai laut itu mengering, tak cukup untuk menuliskan karuniaNya. Meskipun ditambah lagi satu samudera dengan air yang sama penuh.

Dengan demikian, buku, teks, sesungguhnya hanya bagian dari sedikit representasi sifat kekuasaan, karunia dan ilmu Allah. Oleh karena itu, seorang pembaca teks, mestinya dapat menemukan kesadaran yang bersifat ketuhanan atau transenden. Sejak awal telah menyadari bahwa puncak dari tujuan kegiatan membaca adalah meningkatnya rasa penghambaan terhadap Allah.

Continue reading