Skripsi Undercover

IMG_20180312_073819_956

:: Agus M. Irkham

Sudah lama diskursus deschooling mengemuka. Namun yang berlangsung kemudian, bukan orang enggan bersekolah. Sebaliknya, sekolah (belajar dalam sistem formal) masih tetap menjadi pilihan mayoritas orang. Institusi pendidikan terus tumbuh dan berkembang.

Hal ini menandakan bahwa deschooling memang lebih tepat ditempatkan sebagai kritik, sehingga muncul negosiasi, dialektika untuk kemudian menghasilkan tesis baru. Sekolah dengan falsafah dan isi yang baru. Dengan demikian kritik akan berguna—memiliki potensi menghasilkan perubahan—jika dilakukan di dalam. “Peperangan” tersebut dilakukan di dalam gelanggang.

Continue reading

Salah Boleh, Culas Jangan

truth
:: Agus M. Irkham

Beberapa pekan lalu, saat saya berada di Bogor bertemu seorang teman lama. Teman akrab saat dulu kuliah di Undip. Sebut saja Adi. “Sudah lama memang saya bekerja di sini,” terangnya. Setelah berbicara ngalor-ngidul bernostalgia, tiba-tiba Adi terdiam. “Ada apa?” tanya saya. “Mau tidak, kamu menuliskan pengalamanku ini.” “Maksudmu?” “Ya. Saya ada sedikit peristiwa yang buatku ini rahasia, namun juga tak kuat jika saya simpan terus menerus.” “Kenapa saya yang harus menuliskannya? “Karena…khusus tentang ini saya tidak bisa menulis sendiri.”

Lama saya mendengar cerita Adi. Saya pun mencoba menuliskan tuturannya. Untuk menjaga privasi orang-orang yang terlibat dalam cerita tersebut, nama sebenarnya saya sembunyikan. Berikut adalah cerita Adi itu….

***

Continue reading

Habis Baca Terbitlah Gelap

gelap-cute1

: Agus M. Irkham

Ketika saya berada di toko buku, satu hal yang selalu muncul dalam benak saya adalah betapa (nikmat) ilmu Allah Swt itu sangat luas sekali. Sepenuh rak menuliskannya. Dan itu belum cukup. Saya menjadi teringat “tantangan” dari Allah Swt kepada hambanya, jika air laut digunakan sebagai tintanya, sampai laut itu mengering, tak cukup untuk menuliskan karuniaNya. Meskipun ditambah lagi satu samudera dengan air yang sama penuh.

Dengan demikian, buku, teks, sesungguhnya hanya bagian dari sedikit representasi sifat kekuasaan, karunia dan ilmu Allah. Oleh karena itu, seorang pembaca teks, mestinya dapat menemukan kesadaran yang bersifat ketuhanan atau transenden. Sejak awal telah menyadari bahwa puncak dari tujuan kegiatan membaca adalah meningkatnya rasa penghambaan terhadap Allah.

Continue reading

Literasi Baca di Era Kekinian

nc-logo-youtube-mobile

:: Agus M. Irkham

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti acara Siberkreasi di Kemayoran, Jakarta. Acara yang digagas dalam rangka kampanye internet sehat dan bijak bermedia sosial ini banyak menampilkan menu kegiatan. Satu diantaranya berupa unjuk bincang atau talk show tentang pentingnya menyebarkan informasi dan pengetahuan yang berguna melalui YouTube.

Pemanfaatan YouTube ini dinilai cukup efektif mengingat budaya menonton yang telah menjadi kecenderungan umum masyarakat Indonesia. Respon penonton pun terukur. Mulai dari jumlah penonton (views), pengklik ikon jempol (liker), yang membagikan tautan (share), menulis komentar dan jumlah subscriber.

Continue reading

Benar dan Salah

right_wrong

:: Agus M. Irkham

“Kanda Kumbokarno, mengapa kanda bersedia memimpin pasukan Alengka, yang kanda tahu adalah para angkara murka? Padahal jelas, jika tentara yang kanda pimpin menang, pasti akan membawa bencana kemanusiaan. Segeralah kanda bergabung bersama kami, pejuang kemanusiaan,” ucap Wibisono kepada Kumbokarno kakaknya. Keduanya adalah adik Rahwana. Saat itu Alengka diserbu Rama—membebaskan Shinta dari sekapan Rahwana.

Continue reading

9 Nasihat Lukman Kepada Anak-Anaknya

anak_islam_1

:: Agus M. Irkham

Arti penting posisi keluarga terhadap pembentukan peradaban sudah disadari berabad-abad lampau. Keluarga tidak hanya menjadi faktor penentu kekuatan suatu bangsa, tapi memiliki sumbangan besar dan terpenting kukuhnya kemajuan suatu peradaban. Salah satu bukti pentingnya posisi keluarga tersebut, dapat kita daras dalam kitab suci al-quran, surat Al-Lukman. Di dalam surat ini tersurat kisah nasihat seorang ayah bernama Lukman kepada anak-anaknya.

Ada sembilan nasihat yang diberikan Lukman kepada anak-anaknya. Dari sembilan nasihat tersebut ada yang berdimensi spiritual-akidah (Ketuhanan), ada yang mengandung konsekuensi sosial kemasyarakatan ada pula yang bernilai perenungan personal. Sungguh, sebuah nasihat yang lengkap dan seyogianya dapat menjadi rujukan bagi kita, sebagai orang tua.

Apa saja, sembilan nasihat tersebut?

Continue reading

Agar Buku Selalu Dirindu

Buku-Cinta

:: Agus M. Irkham

Buku adalah jendela dunia. Untuk itu, sangat penting mendekatkan anak dengan buku. Meski sekali klik, google siap menjawab apa saja yang ingin kita tahu, mengakrabkan anak dengan buku tetap perlu. Karena betapa pun internet telah mengambil banyak fungsi yang terdapat di dalam buku, yaitu berupa informasi dan pengetahuan, kehadiran buku dalam bentuk kertas tercetak masih diperlukan. Hubungan Antara buku/informasi elektronik dengan buku kertas bersifat saling melengkapi atau komplementer. Bukan saling menggantikan atau subsitusi.

Lantas bagaimana caranya agar anak-anak tetap bisa akrab, dekat dan dan bisa merindu buku?

Continue reading

Sembilan Cara Agar Anak Gemar Membaca

gaya_tempo_co

:: Agus M. Irkham

Kegiatan membaca memiliki peran penting pada pertumbuhan intelektualitas dan psikologis anak-anak. Siswa yang prestasi akademiknya bagus, biasa adalah siswa yang gemar membaca. Siswa yang memiliki keterampilan berbahasa yang baik, lisan dan tulisan, adalah siswa yang akrab dengan bacaan. Oleh karena itu sangat penting bagi kita, para orang tua untuk memberikan rangsangan dan fasilitasi kepada anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai aktivitas membaca. Membiasakan mereka membaca sebagai kunci menguak kecintaan akan ilmu pengetahuan, seni, nilai-nilai luhur, kebudayaan bangsa.

Lantas, bagaimana caranya?

Continue reading

Pemanfaatan Internet dalam Gerakan Literasi Sekolah di SMP Taruna Bakti Kota Bandung

GLS_Tarbak
:: Agus M Irkham

Abstrak
Gerakan membaca tidak berada di ruang kedap udara. Sebaliknya, karena ia lahir dari masyarakat maka kehadirannya sangat berkaitan dengan perkembangan masyarakat pula. Oleh karenanya, gerakan literasi seyogianya mengadaptasi perubahan dan kecenderungan yang tengah berlangsung. Satu hal yang paling mengemuka adalah perkembangan internet, khususnya social media. Ada dua hal bentuk adaptasi yang dapat dilakukan. Pertama, yang bersifat wadah atau sarana. Kedua, bersifat substansi. Mengambil yang paling mendasar dari internet dan social media yaitu, partisipasif, dan penghargaan atau apresiasi terhadap individu.

Continue reading