Titip Rindu untuk Ibu 

IMG_20141207_062258

:: Agus M Irkham

Saya terlahir dari keluarga besar.  Sebagai anak nomor 6 dari 8 bersaudara. Menjadi anak laki-laki terakhir. Dua adiknya saya perempuan.  Sejak kecil saya sakit-sakitan.  Terutama sakit batu ginjal, yang menyebabkan pada usia 6 tahun (sekitar tahun 1983) saya harus dioperasi di RS. Kariadi Semarang.  Oleh kedua orangtua saya, terutama dari ibu, saya mendapatkan perlakuan dan perhatian khusus.  Sepertinya kasih sayang yang diberikan kepada saya lebih besar dibandingkan yang diberikan kepada kakak dan adik-adik saya. Bisa jadi karena rasa kasihan akibat sejak kecil sudah sakit, serta opname lama.
Continue reading

Tentang Kematian

IMG_20141207_062958

:: Agus M Irkham

Setiap sesuatu yang hidup dengan sendirinya mendukung sisi rangkapnya: kematian.  Dalam bait-bait yang puitik nan dalam Bimbo mendedahkan gita berjudul Hidup dan Pesan Nabi: “Hidup bagaikan garis lurus, tak pernah kembali ke masa lalu.  Hidup bukan bulatan bola yang tiada ujung, dan tiada pangkal.  Hidup ini melangkah terus semakin mendekat ke titik terakhir.  Setiap langkah hilanglah jatah menikmati hidup, nikmati dunia.”
Continue reading

Langgam Jawa

1

:: Agus M Irkham

Tentang membaca alquran dengan langgam jawa. Secara prinsip tidak apa-apa selama tajwid, mahraj dan kaedah-kaedah lainnya dalam membaca alquran dipenuhi. Cerita seorang teman yang belasan tahun menimba ilmu di Mekkah, di tanah suci tersebut tidak sedikit orang membaca alquran dengan memakai bacaan hawsa <Afrika>. Dan tidak ada masalah apa-apa. Biasa-biasa saja.
Continue reading

Belajar Menulis dari Teny dan Vivi

tips-menulis-di-blog-bagi-blogger-pemula

:: Agus M Irkham

Peristiwa ini berlangsung sekitar tahun 2008.  Saat itu saya menjadi instruktur pelatihan menulis di klinik baca tulis perpustakaan Kota Magelang.  Salah satu pesertanya adalah guru di Sekolah Luar Biasa (SLB).  Pak Budi namanya.  Saya lupa, tepatnya SLB jenis atau kategori apa.  Yang jelas seusai pelatihan, spontan saya diajak Pak Budi ini berkunjung ke SLB tempat ia mengajar.
Continue reading

Ketawakalan

259270_620

:: Agus M Irkham

Ketika para tamu sedang berkumpul di ruang tunggu, seorang ahli hikmah mengajukan pertanyaan secara massal: “Berapa persen perkiraan kalian tentang rencana, latihan, rekayasa, dan usaha kalian akan membawa hasil?” Jawab mereka satu persatu:

Petani: 75 persen pak.

Pedagang: 70 persen pak.

Pengrajin: 60 persen pak.

Seniman: 15 persen pak.

Olahragawan: 80 persen pak.

Rentenir: 90 persen pak.

Sopir: 40 persen pak.

Kiai dan Pendeta: 100 persen pak.

Kemudian Kiai ganti tanya kepadanya:

“Lalu Anda sendiri berapa persen?” “Saya sih cuma nol persen.  Selebihnya karunia Allah semata-mata,” jawab ahli hikmah.

Continue reading

Warung Kasmonah

Potensi-Bisnis-Warung-Kelontong-3

:: Agus M Irkham

 

Kasmonah namanya. Usianya kurang lebih 60 tahun.  Rambutnya sudah mulai memutih. Sejak sekitar tahun 1988 sudah punya warung kebutuhan rumah sehari-hari.  Mulai dari bumbu dapur, sabun, minyak goreng, sayur mayur, dan aneka kebutuhan lainnya. Kebetulan anak pertamanya, bernama Agus Palil, teman saya seangkatan saat SD.  Suatu pagi saya silaturahim ke rumahnya. Jarak rumahnya dengan rumah saya sekitar 15 menit jalan kaki.  Saat itu saya bertanya tentang warungnya yang masih berjalan, padahal banyak warung lainnya yang menjual bahan kebutuhan sehari-hari sudah bangkrut, tutup semua.

Continue reading

Belajar Berenang

berapa-usia-ideal-anak-untuk-belajar-berenang

:: Agus M Irkham

Cerita ini secara lisan sudah pernah saya tuturkan pada beberapa orang. Yakni tentang bagaimana saya belajar berenang. Sampai dengan November 2012, saya belum bisa berenang.  Pernah sih dulu saat SMA ujian olahraga renang.  Tapi yang saya ingat saat itu saya hanya asal berenang saja.  Asal gerak yang penting tidak tenggelam.  Jadi gerakannya betul-betul ngawur.  Berenang gaya panik, hehe.
Continue reading