Kiat Memilih Buku Agar tidak Seperti Membeli Kucing dalam Karung

:: Agus M. Irkham

Berikut adalah tips agar Anda bisa memilih dan memilah buku-buku berkualitas yang akan Anda beli. Sehingga setelah sampai rumah, Anda tidak merasa dibohongi penerbit. Atau ternyata isi buku itu berbeda dengan sangkaan yang Anda maksud—saat pertama memegang kover buku itu.

Pertama, kenali dari penulisnya. Kata pepatah, tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini juga berlaku saat Anda memilih buku. Sebelum membeli buku, cari tahu dahulu siapa penulis buku tersebut. Jika Anda telah mengenal pengarang buku tersebut sebagai penulis buku yang berkualitas, Anda boleh merasa yakin buku tersebut berkualitas. Jika Anda belum mengenal penulis buku tersebut, Anda dapat membaca biografi singkatnya yang biasanya tercantum di halaman paling belakang atau kover belakang buku.

Kedua, kenali dari penerbitnya. Di Indonesia ada ratusan penerbit. Akan tetapi, tidak semua penerbit memiliki kemampuan untuk menerbitkan buku yang berkualitas. Biasanya penerbit yang sudah cukup lama, memiliki kemampuan tersebut.

Selain itu, penerbit yang sudah berpengalaman dan teruji kualitasnya, umumnya memiliki penulis-penulis buku ”langganan” yang baik. Jadi, carilah buku yang diterbitkan oleh penerbit yang berpengalaman dan buku-bukunya terkenal berkualitas.

Ketiga, kenali dari desain dan tipografinya. Jika Anda sudah yakin bahwa penulis dan penerbit buku tersebut berkualitas, coba lihat sekilas isi dalam buku. Amatilah desain, apakah memudahkan Anda membacanya ataukah tidak. Desain yang di tata dengan baik dan indah akan membantu pembaca untuk memahami isi buku dengan lebih baik.

Perhatikan juga teks atau huruf isi buku tersebut. Syarat buku yang berkualitas, teks isi maupun tipografi atau jenis huruf bukunya membantu pembaca untuk menyerap isi buku tersebut. Sebaiknya, hurufnya tidak terlalu besar ataupun tidak terlalu kecil. Sementara, tipografi atau bentuk hurufnya sederhana namun jelas.

Keempat, kenali dari ilustrasinya. Saat ini, buku-buku tidak hanya berisi huruf-huruf saja. Ilustrasi maupun foto telah menjadi bagian dari buku. Penambahan ilustrasi dalam buku maksudnya ialah untuk menambah keindahan buku dan membantu pembaca memahami isi buku.

Jadi, jika Anda membeli buku yang memiliki ilustrasi atau foto di dalamnya, cobalah perhatikan apakah ilustrasi tersebut mendukung isi buku ataukah tidak. Percuma saja ilustrasinya bagus, tetapi ilustrasi tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan apa yang diterangkan dalam buku. Sebaliknya, meski ilustrasi tersebut sesuai isi buku, jika tidak menarik dan jelas, justru akan mengganggu keseluruhan isi buku.

Kelima, kenali dari sampul bukunya. Buku yang berkualitas dapat juga Anda lihat dari sampul atau kovernya. Sampul seharusnya mampu mencerminkan isi buku. Jadi, jika sampul bukunya saja sudah tidak menarik, asal-asalan, mudah rusak, bagaimana kita bisa yakin jika buku tersebut berkualitas? Buku yang baik seharusnya memiliki kover yang memiliki desain menarik dan terbuat dari bahan yang kuat atau tidak gampang rusak.

Keenam, kenali dari sinopsisnya. Sinopsis adalah ringkasan isi buku beserta kelebihan-kelebihannya. Biasanya isi sinopsis ini ditampilkan pada sampul belakang buku. Sebelum Anda memutuskan membeli sebuah buku, alangkah baiknya apabila Anda membaca sinopsis buku tersebut. Cara tersebut akan berguna untuk memastikan bahwa buku tersebut itu sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ketujuh, kenali dari daftar isinya. Di samping sinopsis, Anda dapat mengetahui isi sebuah buku dengan melihat daftar isinya. Daftar isi merupakan poin-poin atau bab-bab yang terdapat di dalam buku tersebut. Biasanya, daftar isi terdapat pada halaman awal dalam sebuah buku. Sebuah buku yang baik seharusnya memiliki daftar isi yang mampu mencerminkan kandungan isi buku tersebut.

Tips Belanja Buku Agar Tidak Menyesal Seumur Hidup

:: Agus M. Irkham

Jika Anda mencintai aktivitas membaca buku, tentu saja salah satu cara untuk memenuhi rasa cinta itu adalah dengan membelinya di toko buku. Tapi, sekarang ini, membeli buku di toko buku jika tidak hati-hati bisa kecewa berat.

Pernahkah Anda mendapati buku yang dibeli ternyata halamannya kurang, ada yang kelipat, atau susunan halamannya tidak urut? Tentu saja yang demikian akan membuat Anda keki. Sebel. Jadi tidak semangat membaca, dan bawaannya ingin marah.

Nah, biar kejadian itu tidak terulang lagi, syukur-syukur kalau Anda belum pernah mengalami, jangan sampai deh, ada baiknya Anda tidak melewatkan tips berikut ini.

Pertama, pilih buku yang benar-benar mau Anda beli dan bawa ke kasir. Caranya bisa dengan menuliskan judul buku yang akan dibeli. Jadi anggap saja membeli buku layaknya akan berbelanja barang kebutuhan sehari-hari.

Kedua, bayar di kasir. Ketiga, sebelum dimasukkan ke keranjang/tas plastik, buka plastik yang membungkus buku di depan kasir dan cek apakah mengandung cacat. Santai saja memeriksanya. Tidak usah terburu-buru, apalagi pasang muka kuatir, takut, dan merasa bersalah.

Keempat, jika ditemukan cacat langsung minta ganti. Kelima, jika buku pengganti diberikan, ulangi langkah ketiga. Keenam, jika kasir menolak mengurus komplain Anda, adukan ke manajer toko buku.

Ketujuh, jika manajer masih menolak mengurus ganti, sampaikan pemberitahuan pada penerbit, biasanya mereka akan menggantinya. Penerbit akan menggantinya dengan buku yang baik. Tapi syaratnya Anda harus mengirimkan buku yang cacat itu disertai bukti pembelian dan sobekan kertas diclaimer. Biasanya terdapat di lembar terakhir halaman buku.

Cara lain, Anda tidak perlu cek buku waktu di kasir, waktu masih di rak buku pun bisa, kalau memang Anda sudah betul-betul berniat mau beli (uang di dompet/kantung cukup/kartu kredit masih valid), buka saja, toh plastik itu kan untuk melindungi supaya buku tidak cepat lecek, karena sering dibaca pengunjung, mending kalau hanya satu buku yang dibaca, kadang beberapa buku, dan tidak jadi dibeli.

Sebagai konsumen yang mau beli buku Anda berhak memeriksa dulu bukunya bagus atau tidak, apalagi masih ada beberapa penerbit yang kontrol kualitasnya masih belum bagus. Tidak jarang ditemukan cacat, seperti halaman terlipat di ujungnya, halaman kosong, terbolak-balik, dobel, kurang, dan lain sebagainya. Jadi memang sebagai konsumen yang sadar akan haknya tentunya boleh saja memeriksa terlebih dulu buku yang akan dibeli. Tapi, lagi-lagi, sebaiknya hanya buku yang pasti akan Anda beli saja.

Kalau sampai ada pegawai toko buku yang berani menegur, berdasarkan pengalaman saya pribadi, jarang ada yang berani, seringnya cuma memperhatikan saja, langsung saja bilang ini mau dibeli bukunya, biasanya langsung diam, karena mereka memang hanya menghindari buku dibaca-baca tanpa dibeli.