Melancongi Indonesia, Menumbuhkan Nasionalisme Remaja

on-the-road-indonesia-background-full

:: Agus M. Irkham

Akhir-akhir ini pembicaraan tentang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) mengemuka. Sesuai dengan bunyi satu pepatah bahwa tak kenal maka tak sayang, maka agar muncul rasa sayang dan cinta, berkenalanlah.

Bagaimana caranya agar sayang dan cinta Indonesia? Kenali ia. Bagaimana caranya? Melanconglah. Susuri tiap wilayah di Nusantara ini. Akrabi geografis dan denyut nadi kehidupannya. Tidak hanya menikmati keindahan alam saja, sebaliknya harus lumer, turut terlibat akrab dengan masyarakat penghuninya. Dengan begitu akan muncul rasa sayang dan cinta. Kesadaran kewilayahan dan kebangsaan akan kian menguat.

Berjalan-jalan, melakukan traveling sebagai salah satu strategi nyata dan sangat efektif guna menumbuhkan rasa cinta tanah air, terutama di kalangan pelajar SMA. Maka tujuan melahirkan dan meningkatkan kecintaaan terhadap tanah air Indonesia berada dalam satu helaan nafas dengan upaya mendorong para pelajar SMA—calon pemimpin bangsa di masa depan ini—untuk mengalami Indonesia; melancong ke segenap penjuru Nusantara. Sehingga kecenderungan semakin menipisnya rasa nasionalisme golongan muda bisa dicegah.

Mengalami Indonesia, bahkan tidak saja menebalkan rasa nasionalisme, tapi juga melahirkan keberanian untuk bercita-cita tinggi dan mulia. Peran cita-cita sangat penting dalam kehidupan, baik dalam wilayah pribadi maupun komunitas (bangsa). Ia bisa menumbuhkan semangat untuk maju dan berkembang. Persoalannya, ada sebagian orang yang berani bercita-cita tinggi, dan sebagian besar lainnya bercita-cita sederhana. Bahkan ada yang tidak berani bercita-cita.

Berdasarkan pengalaman nyata, keberanian bercita-cita berada dalam satu kayuhan dengan seberapa jauh seseorang telah melakukan penjelajahan geografis. Dalam deskripsi yang berbeda, seberapa jauh jangkauan spasial (ruang) seseorang, memiliki pengaruh yang besar terhadap seberapa tinggi dan berani ia bercita-cita. Maka, salah satu cara yang paling sederhana untuk mendorong para pelajar SMA ini berani bercita-cita adalah dengan membuat wilayah penjelajahan mereka tinggi dan luas.

Sehingga penjelajahan fisiknya merupakan aksi ideologis, bukan semata-mata untuk kesenangan bersifat material. Setelah “Mengalami Indonesia”, ia akan mendapat banyak pengalaman batin dan sosial, sehingga membuatnya memiliki beragam perspektif dalam melihat dunia. Tidak sedikit tokoh yang peran diri, cita-cita, dan pemikirannya meraksasa dan memengaruhi dunia setelah menempuh metode “mengalami” ini, mulai dari Mohamad Hatta, Sukarno, Agus Salim, Tan Malaka dan masih banyak lagi.

Maka dalam upaya memunculkan rasa cinta tanah air, menguatkan komitmen mempertahankan NKRI, sudah saatnya para pelajar SMA didorong untuk menjadi backpacker domestic dengan bepergian ke wilayah-wilayah di tanah air, sehingga mereka akan betul-betul merasakan menjadi warga bangsa Indonesia dalam arti sesungguhnya.

image: www.cnn.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>