Teknik Membaca Lantang untuk Anak PAUD

B_20161215093238

:: Agus M. Irkham

Membaca lantang atau Read Aload merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengenalkan pengalaman pra membaca kepada anak-anak PAUD. Hanya saja, upaya tersebut kurang tepat sasaran jika dilakukan tidak sesuai dengan aturan atau tata cara melakukan membaca lantang. Berikut ini adalah urutan teknik Read Aload yang dapat diikuti oleh para guru di PAUD maupun orangtua.

Pertama, sebelum membacakan buku, para siswa/anak-anak dikondisikan terlebih dahulu agar mereka fokus sekaligus nyaman saat nanti sudah mulai dibacakan buku. Pengkondisian bisa dengan menyanyi bersama. Tentu nyanyiannya yang ada kaitannya dengan buku dan membaca. Hal ini sekaligus akan memicu kreativitas guru dan orangtua untuk menciptakan lagu bertema buku dan membaca. Selain berupa nyanyian, pengkondisian juga bisa berupa tepuk bersama. Salah satu contoh, yaitu tepuk buku. Caranya dengan menyuarakan: “Tepuk buku. Prok prok prok dibuka// Prok prok prok dibaca// Prok prok prok bisa! Yes! Yes! Yes! “. Saat mengucapkan “dibuka”, tangan seolah-olah sedang membuka buku. Ketika mengatakan “baca”, mata mendekat ke arah buku yang tadi seolah-olah sudah dibuka. Saat mengucapkan kata “bisa” telunjuk diarahkan ke pelipis (otak). Dan terakhir serukan Yes! Yes! Yes! jari tangan kanan dikepalkan, diangkat di depan dada, dan dihentakkan ke bawah.

Kedua, tentukan waktu yang tepat. Saat pagi hari sebelum aktivitas bermain dimulai adalah saat terbaik. Karena kondisi anak-anak masih segar. Gunakan waktu yang telah ditentukan itu sebagai jadwal tetap/rutin. Durasi atau lama Read Aload sekitar 10-20 menit. Tidak harus satu buku habis dibaca dalam satu kesempatan, tapi bisa beberapa hari. Terlebih buku yang jumlah halamannya agak banyak.

Ketiga, cari tempat atau lokasi yang nyaman. Usahakan tempat yang digunakan untuk Read Aload adalah tempat yang secara khusus dijadikan perpustakaan atau Selasar Baca. Supaya anak-anak mendapatkan pengalaman baru, serta ada perubahan suasana, lain hari bisa dilakukan di rerumputan lapangan/taman, atau bisa di halaman sekolah di bawah rindangnya pohon. Jadi Read Aload tidak harus selalu dilakukan di dalam ruang/kelas.

Keempat, tawarkan buku mana yang ingin dibacakan. Saat berada hadapan anak-anak, bawa sekaligus 2-3 buku. Tunjukkan kepada mereka gambar halaman depan buku dan bacakan pula judulnya. Tawarkan kepada mereka, buku mana yang mereka mau. Kita pilih buku yang diminati oleh sebagaian besar mereka. Cara ini diterapkan dalam rangka untuk memberikan hak berpartisipasi pada mereka. Atau kita juga menentukan buku yang akan dibaca dengan menyesuaikan kegiatan yang sedang dilakukan anak di kelas.

Kelima, mulai membaca dengan mengajak berdialog anak-anak. Jangan asyik monolog/berbicara sendiri. Jadi mereka harus dilibatkan. Menjadi bagian dari cerita atau isi buku yang dibacakan. Ajak anak-anak untuk duduk mendekati Anda. Jangan duduk rapi layaknya baris-berbaris. Kita bebaskan anak-anak menentukan sendiri gaya mereka saat mendengarkan cerita.

Keenam, saat membacakan buku, selingi dengan pertanyaan-pertanyan dalam rangka memancing respon siswa. Sekaligus menjadi semacam cara untuk mengetes apakah anak-anak mendengarkan dan memahami cerita atau sebaliknya, bingung.

Ketujuh, ketika Anda menirukan suara atau gerakan yang ada di buku, anak-anak diminta pula untuk menirukan. Sehingga Read Aload berjalan sangat atraktif. Isi cerita akan menempel kuat di ingatan anak-anak karena mereka terlibat selama pembacaannya. Inilah yang disebut menciptakan pengalaman pribadi dari setiap buku yang dibaca/diceritakan.

Kedelapan, untuk menutup kegiatan Read Aload, Anda bisa mengajak anak-anak untuk melakukan tepuk buku kembali. Sambil dijanjikan bahwa, besok pagi membaca ceritanya akan dilanjutkan lagi.

Saat membaca lantang. Jadilahnya seperti pendongeng, bukan sekadar seseorang yang membacakan isi buku. Sering melakukannya akan membuat kemampuan Anda meningkat. Anak-anak juga akan akan belajar dan tumbuh seiring Anda membaca cerita. Kalau sudah seperti itu asyik sekali bukan?!

Ilustrasi gambar dari:http://google.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>