Tujuh Manfaat Read Aload untuk Anak

463,280_Ilustrasi ibu membacakan buku untuk anak.ft.net

:: Agus M. Irkham

Membaca lantang (read aloud) adalah metode memberikan pengalaman pra membaca kepada anak-anak. Jadi meskipun anak-anak belum saatnya belajar membaca dan menulis, sejak bayi mereka harus dikenalkan bahan bacaan khususnya dalam bentuk buku.

Jadi buku dikenalkan secara fisik sekaligus isinya dengan cara membacakannya. Hanya saja, caranya dengan membaca lantang, karena hal itu akan lebih menarik, layaknya sedang mendongeng.

Jadi secara mudah, membaca lantang adalah kegiatan membacakan buku kepada anak-anak dengan teknik mendongeng/bercerita (story telling). Meskipun awalnya teknik tersebut digunakan untuk kegiatan pra membaca pada anak, manfaat yang diperoleh tidak hanya terbatas pada timbulnya rasa ketertarikan anak pada buku.

Paling kurang ada tujuh manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan membaca lantang ini. Pertama, meningkatkan kecerdasan akademik. Karena sudah terbiasa mendengarkan, anak akan terbantu memahami teks saat nanti sudah bisa membaca. Terbiasa mendengarkan bahasa akan meningkatkan kemampuan kognitifnya sejak dini.

Kedua, memberikan pengetahuan dasar. Setiap buku dibacakan di depan anak, otak anak akan dipenuhi dengan beragam pengetahuan. Seiring dengan itu, perkembangan pemahaman atas bahasa juga meningkat, karena perbendaharaan katanya selalu bertambah. Ia bisa langsung belajar dan memperkirakan makna suatu kata dengan mendengarkan konteks kata tersebut diucapkan.

Ketiga, mengembangkan kemampuan mendengarkan. Mendengarakan, bagian dari kemampaun berbahasa. Kemampuan ini jika dimiliki oleh anak akan membuat mereka lebih fokus sekaligus mampu menenggang orang lain untuk berbicara atau menyatakan keinginannya. Mereka akan menjadi sosok yang solider dan tidak egois.

Keempat, memupuk kecintaan membaca. Tujuan membaca lantang tidak lantas ingin membuat anak-anak menjadi kutu buku. Bukan itu. Tapi membuat mereka tidak takut pada buku, sehingga ketika nanti sudah bisa membaca, mereka dengan sendirinya akan membaca tanpa harus diminta atau disuruh. Karena tak sedikit orang pada masa remaja dan dewasanya tidak suka membaca, karena pada saat kecil punya pengalaman tidak menyenangkan dengan buku. Sehingga ada semacam trauma ketika harus berdekatan dengan buku.

Kelima, mendorong rasa percaya diri. Karena sering mendengarkan isi suatu buku, anak-anak akan hapal isinya. Dan mereka biasanya cenderung meminta untuk dibacakan satu buku yang sama atau itu-itu saja, tanpa pernah menunjukkan rasa bosan. Cara tersebut ia gunakan untuk mengetes kemampuan menghapal mereka atas isi bacaan. Makanya saat diceritakan, seringkali mereka akan turut menirukan. Dan jika yang ditirukan itu benar atau sama, senyum bangga dan percaya diri akan muncul dari raut mukanya. Ia telah berhasil menguasai sepenuhnya isi buku.

Keenam, memperkokoh nilai-nilai kehidupan. Di dalam suatu buku terdapat banyak nilai (value) yang ditawarkan. Misal tentang pentingnya bersikap jujur, suka membantu orang, tidak mudah putus asa dan lain sebagainya. Nilai-nilai yang dikemas dalam bentuk cerita akan lebih efektif merasuk ke jiwa anak. Dan pada akhirnya akan semakin memperkaya nilai-nilai kehidupan mereka. Mereka akan tumbuh menjadi anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Ketujuh, mempererat hubungan antara orang tua dan anak, guru dan siswa. Saat membacakan buku, akan ada komunikasi dua arah atau dialog antara guru dan siswa atau orang tua dan anak, jika membacakannya di rumah. Dialog atau komunikasi itu penting sekali, karena bisa semakin mempererat ikatan emosional, meningkatkan rasa percaya (trust) anak pada guru dan orang tua bahwa mereka memang benar-benar diperhatikan dan disayangi oleh kedua orang tua dan bapak gurunya.

image : laman sahabat keluarga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>