Agar Buku Selalu Dirindu

Buku-Cinta

:: Agus M. Irkham

Buku adalah jendela dunia. Untuk itu, sangat penting mendekatkan anak dengan buku. Meski sekali klik, google siap menjawab apa saja yang ingin kita tahu, mengakrabkan anak dengan buku tetap perlu. Karena betapa pun internet telah mengambil banyak fungsi yang terdapat di dalam buku, yaitu berupa informasi dan pengetahuan, kehadiran buku dalam bentuk kertas tercetak masih diperlukan. Hubungan Antara buku/informasi elektronik dengan buku kertas bersifat saling melengkapi atau komplementer. Bukan saling menggantikan atau subsitusi.

Lantas bagaimana caranya agar anak-anak tetap bisa akrab, dekat dan dan bisa merindu buku?

Pertama, orangtua harus suka membaca buku terlebih dahulu. Hanya pada orangtua yang suka membaca, anak-anaknya pun gemar membaca. Faktor keteladanan ini penting. Jangan sampai orangtua meminta anak-anak membaca, sementara ia sendiri malah asyik di depan televisi.

Selain orangtua suka membaca, hendaknya juga jangan enggan untuk membacakan buku. Jangan salah sangka, anak yang sudah lancar membaca pun tetap senang dibacakan buku lho, apalagi belum. Mendengarkan suatu buku dibaca akan menciptakan pengalaman baru bagi si anak bahwa buku yang semula hanya teks dan gambar diam ternyata bisa disuarakan (audio book). Kebiasaan ini dapat menular pada anak. Mereka jadi senang jika membaca buku kepada adik atau teman-temannya.

Kedua, menjadikan buku sebagai sarana berlatih mendongeng. Cara membaca demikian disebut sebagai dramatic reading. Praktekkan dan tunjukkan kepada anak-anak dengan pelan-pelan cara mengucap dialog per tokoh. Cara membacakan situasi yang semula berupa deskripsi atau tulisan saja juga musti dipelajari. Membacakan buku dengan gaya mendongeng lebih asyik didengarkan.

Ketiga
, jadikan buku sebagai oleh-oleh utama. Ketika Anda pulang dari bepergian, atau bekerja, jadikan buku sebagai oleh-oleh. Jika belum menjadi buah tangan yang utama, minimal menjadi pelengkap. Jadi misalnya selain Anda membawa oleh-oleh berupa makanan untuk memenuhi asupan fisik, jangan lupa untuk membeli buku pula sebagai oleh-oleh untuk memenuhi kebutuhan otak/pikiran dan rasa. Mungkin pada awalnya anak-anak tidak akan tertarik. Tapi karena sering Anda lakukan, lambat laun mereka akan suka, dan situasinya bisa berubah. Ketika Anda akan berangkat bekerja atau pergi, anak-anak sudah meminta Anda agar nanti saat pulang dioleh-olehi buku.

Keempat, sediakan waktu khusus untuk membacakan buku atau membaca buku bersama. Di zaman yang serba bergegas ini, setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing. Sehingga mendapatkan waktu untuk bisa bertemu bersama menjadi sulit. Oleh karena itu, jika ada kesempatan berkumpul dengan keluarga, jadikan acara membacakan buku menjadi salah satu menu utamanya. Sehingga, kalau memang secara kuantitas waktu bertemu Anda dengan anak-anak sedikit, paling tidak dalam waktu yang sedikit tersebut, kebersamaan Anda berkualitas.

Kelima, jadikan isi buku sebagai topik obrolan. Banyak buku yang berisi kisah menarik. Mulai dari legenda, kisah Nabi dan Rasul, dongeng, cerita dunia binatang (fabel) dan cerita pendek tentang persahabatan. Jadikan isi buku tersebut sebagai bahan pembicaraan. Jadi saat Anda berkumpul bersama keluarga, selain membaca buku, bisa juga dengan mengobrol atau membahas isi dari suatu buku atau buku yang dibaca oleh masing-masing anggota keluarga. Dengan demikian buku bisa menjadi pintu awal terjadi komunikasi di antara anggota keluarga.

Keenam, kaitkan buku dengan aktivitas lain. Misal anak ingin nonton youtube, carilah tontonan yang berasal dari cerita yang pernah dibaca. Sehingga antara dunia teks (buku) dan dunia visual (film) bisa saling melengkapi. Tidak dianggap sebagai dua hal yang saling meniadakan. Cara ini juga berguna untuk mengurangi dampak negatif dari tontonan.

Ketujuh, ajak anak-anak tetangga untuk ikut membaca buku-buku di rumah Anda. Karena antusiasme itu menyebar. Buku yang penuh gambar akan memicu keingintahuan anak. Bisa saja semula anak Anda cuek terhadap buku, tapi begitu menyaksikan ada temannya tertarik, apalagi antusias, anak akan ikut antusias. Saat anak bermain dengan teman-temannya, ambil buku (apa saja). Baca dengan keras dan intonasi yang menarik. Teruslah membaca kendati mereka tampak tak acuh dan seolah Anda sedang membacakan buku untuk tembok. Begitu ada satu saja anak yang tertarik lantas mendekati Anda, niscaya yang lain akan mengikuti.

Kedelapan, letakkan buku di mana saja. Mulai di ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan. Keberadaan buku yang berada di berbagai tempat tersebut selain bagian dari cara untuk memudahkan anak-anak mengakses buku, juga bisa menjadi semacam rambu-rambu agar mereka senantiasa ingat buku dan diharapkan meraih dan membacanya.

Terakhir, jangan lupa pula libatkan anak untuk menata, menyampuli dan memperbaiki buku yang rusak. Meski hasilnya kurang rapi, tidak sesuai harapan, maklumlah. Dengan bergaul secara fisik dengan buku akan terjadi kedekatan.⦁

image: google.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>