Salah Boleh, Culas Jangan

truth
:: Agus M. Irkham

Beberapa pekan lalu, saat saya berada di Bogor bertemu seorang teman lama. Teman akrab saat dulu kuliah di Undip. Sebut saja Adi. “Sudah lama memang saya bekerja di sini,” terangnya. Setelah berbicara ngalor-ngidul bernostalgia, tiba-tiba Adi terdiam. “Ada apa?” tanya saya. “Mau tidak, kamu menuliskan pengalamanku ini.” “Maksudmu?” “Ya. Saya ada sedikit peristiwa yang buatku ini rahasia, namun juga tak kuat jika saya simpan terus menerus.” “Kenapa saya yang harus menuliskannya? “Karena…khusus tentang ini saya tidak bisa menulis sendiri.”

Lama saya mendengar cerita Adi. Saya pun mencoba menuliskan tuturannya. Untuk menjaga privasi orang-orang yang terlibat dalam cerita tersebut, nama sebenarnya saya sembunyikan. Berikut adalah cerita Adi itu….

***

Continue reading