Sekantong Permen Bu Dokter

kaver_buku_ibuNies

:: Agus M. Irkham

“Menulis itu seperti silaturahmi. Dari tulisan yg tersiar darimu, kawan2 dan sahabatmu akan tahu bahwa kamu sedang sehat. Masih terbakar api semangat.”
~Rusdi Mathari (1967-2018)

Satu kebahagiaan tersendiri bisa turut menjadi bagian yg memproduksi pengetahuan, tawa bahagia dan lebih dari itu terjalinnya kembali tali persahabatan.

Sekantong Permen Bu Dokter: Kisah Seru dan Haru di Balik Kamar Praktik (KPG, Maret 2018).
Berprofesi sebagai dokter tidak lantas membuat kehidupan Nies Endang Mangunkusumo hanya berkutat di ruang praktik. Ada berlapis kisah seru dan haru dalam hidupnya yang kini telah memasuki usia 70 tahun. Kisah-kisah itu di antaranya adalah menanggung kesedihan karena kematian dua putranya sekaligus, turut dalam demonstrasi mahasiswa tahun 1966, bertemu dengan Mbah Maridjan—juru kunci Gunung Merapi—di lereng Merapi, hingga harus bertengger di punggung garuda dan “terbang” di dalam Gedung Kesenian Jakarta.

Ibarat datang ke pesta ulang tahun anak kecil, ketika pulang kita akan mendapat goodie bag berisi permen beragam rasa; manis, asam, segar, bahkan sedikit pahit. Melalui buku ini, dokter Nies hendak menghadiahi kita sekantong permen bermacam-macam rasa, yakni cerita seru dan haru.

Membaca lembar demi lembar buku ini, kita tidak saja akan mendapatkan sekantong “permen” yang mendatangkan kegembiraan, tetapi juga inspirasi hidup yang sesungguhnya memang penuh rasa dan warna. Hal itu dapat membuat kita menjadi sosok yang lebih bisa mensyukuri kehadiran diri di dunia dan merayakannya dengan perbuatan bermanfat bagi orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>