Berburu Ruang Gema

echo_chambers

:: Agus M. Irkham

“Ada yang bilang kalau politik dalam masa kampanye ini adalah politik kebohongan,” ujar Ismail Fahmi, analis digital media dari Drone Emprit. “Kalau saya bilang, kontestasi politik saat pilpres ini adalah politik noise,” lanjutnya. “Kedua kubu berusaha menampilkan dan mengamplifikasi noise yang timbul dari lawan mereka. Akibatnya, publik kurang mendapat gagasan penting dari masing-masing kubu. Jadi, siapa yang bisa mengamplifikasi gagasan mereka agar publik bisa menilai?” pungkas founder PT. Media Kernels Indonesia itu.
Continue reading

Tentang Bu Lastri dan Pak Tris : Bagian Ketiga dari Sepenggal Cerita Tentang Guru-Guru SMP (Habis)

ijazah
:: Agus M. Irkham

Sosok guru yang keempat yang secara pribadi membuat saya terkesan adalah Ibu Sri Sulastri. Sosok guru yang lemah lembut ini saat kelas 2 menjadi wali kelas saya. Selain itu Bu Lastri—demikian beliau akrab disapa—juga mengajar mapel Bahasa Jawa. Dari Bu Lastri ini saya lebih banyak memperoleh kesempatan untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan kepemimpinan dan keberanian untuk berinisiatif. Mulai dari menjadi komandan upacara saat peringatan hari hari pramuka tingkat kecamatan di lapangan Tlahab, mendi Pembina Upacara ketika peringatan Hari Anak Nasional hingga menjadi pemandu paduan suara (diregen) saat kelas saya mendapat jatah menjadi petugas upacara bendera. Pengalaman itu semua tentu saya kira turut mempengaruhi ketika saya tumbuh dari masa anak ke masa usia awal remaja.

Bagaimana dengan mapel Bahasa Jawa yang Bu Lastri berikan?
Continue reading

Telanjang Dada di Tengah Lapangan : Bagian Kedua dari Sepenggal Cerita Tentang Guru-Guru SMP

arifin
:: Agus M Irkham

Masih tentang Bu Aulia, sesungguhnya saya tidak begitu menyukai pelajaran keterampilan karena entah kenapa ada semacam keyakinan yang tertanam di otak saya bahwa saya orangnya tidak bisaan untuk hal-hal yang berkaitan dengan keterampilan. Dan terbukti memang selain memakan waktu yang lama ketika menyelesaikan tugas, hasilnya pun tidak sesuai yang diharapkan, untuk tidak mengatakan jelek, hehehe.
Continue reading

Sepenggal Cerita Tentang Guru-Guru SMP : Bagian Pertama

guru_SMP_1

:: Agus M Irkham

Status (agak) panjang ini saya tulis dalam rangka reuni yang telah diselenggarakan kawan-kawan alumni SMP Negeri 1 Gringsing angkatan lulus tahun 1993. Kenangan yang tersimpan di benak saya selain saat bergaul dengan teman-teman juga kenangan tentang beberapa guru. Paling tidak ada lima guru yang menurut saya paling memberikan kesan mendalam di ingatan dan batin saya.
Continue reading

Saya Pancasila Sudah Sejak Dulu Kala

wiwit

:: Agus M Irkham

Rencana mengadakan reuni saat SMP membawa ingatan saya pada beberapa teman saat kecil. Satu di antaranya bernama Christian Widayanto yang akrab disapa Wiwid. Saat kelas 1, ia duduk sebangku dengan saya. Saat itu tahun 1990. Berarti sekitar 28 tahun yang lalu. Ada yang berbeda dari sosok Wiwid ini dibandingkan dengan teman-teman lainnya. Pertama ia beragama kristen. Kedua, ia berasal dari orangtua warga keturunan China. Ayah dan Ibunya China. Karena duduk sebangku, tentu saya memiliki tingkat keakraban yang lebih dibandingkan teman-teman yang lain. Bentuk keakraban itu tidak hanya terbatas di kelas atau sekolah tapi juga di rumah. Kebetulan rumah saya dan dia meskipun tidak berada di dusun yang sama, masih cukup dekat. Kurang lebih sekitar 15 menit bersepeda.
Continue reading

Setelah KH Ma’ruf Amin Diwapreskan

Muslim

:: Agus M. Irkham

Jokowi telah memilih KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Dari politik kebangsaan, berakhir pada politik identitas. Begitu akhir dari drama ca(wapres). Ada dua dampak yang saya lihat dari pilihan itu. Pertama, dampak positif. Yaitu perundungan (bullying) terhadap ulama dan olok-olok terhadap agama Islam menjadi sangat berkurang. Kenapa bisa begitu? Jejak digital dengan sangat mudah menjawab pertanyaan tersebut. Pihak mana yang sebelumnya paling sering melakukan perundungan dan olok-olok terhadap ulama dan agama Islam.
Continue reading

29 Formula Gemar Membaca

COVER BUKU FORMULA
:: Agus M. Irkham

Hanya generasi yang gemar membaca yang dapat melahirkan generasi yang gemar menulis.

Steven Spielberg

Buku adalah jendela dunia. Untuk itu, sangat penting mendekatkan anak dengan buku. Meski sekali klik, google bisa menjawab apa saja yang ingin kita tahu, mengakrabkan anak dengan buku tetap perlu. Karena betapa pun internet telah mengambil banyak fungsi yang terdapat di dalam buku, yaitu berupa informasi dan pengetahuan, kehadiran buku dalam bentuk kertas tercetak masih diperlukan. Hubungan antara buku / informasi elektronik dengan buku kertas bersifat saling melengkapi atau komplementer. Bukan saling menggantikan atau subsitusi.

Lantas bagaimana caranya agar anak-anak tetap bisa akrab, dekat dan bisa merindu buku?
Continue reading