29 Formula Gemar Membaca

COVER BUKU FORMULA
:: Agus M. Irkham

Hanya generasi yang gemar membaca yang dapat melahirkan generasi yang gemar menulis.

Steven Spielberg

Buku adalah jendela dunia. Untuk itu, sangat penting mendekatkan anak dengan buku. Meski sekali klik, google bisa menjawab apa saja yang ingin kita tahu, mengakrabkan anak dengan buku tetap perlu. Karena betapa pun internet telah mengambil banyak fungsi yang terdapat di dalam buku, yaitu berupa informasi dan pengetahuan, kehadiran buku dalam bentuk kertas tercetak masih diperlukan. Hubungan antara buku / informasi elektronik dengan buku kertas bersifat saling melengkapi atau komplementer. Bukan saling menggantikan atau subsitusi.

Lantas bagaimana caranya agar anak-anak tetap bisa akrab, dekat dan bisa merindu buku?

Berdasarkan pengalaman dan temuan kami di lapangan, ada faktor yang paling menentukan, yaitu pertama, keluarga. Sangat penting bagi kita, para orang tua untuk memberikan rangsangan dan fasilitasi kepada anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai aktivitas membaca. Adalah penting, membiasakan mereka membaca sebagai kunci menguak kecintaan akan ilmu pengetahuan, seni, nilai-nilai luhur dan budaya bangsa. Pada umumnya, hanya dari keluarga (ayah dan ibu) yang suka membaca saja yang akan melahirkan anak-anak yang gemar membaca. Dengan demikian, keteladanan membaca menjadi sangat penting.

Faktor kedua yang menunjang pengembangan budaya baca adalah sekolah. Kegiatan membaca memiliki peran penting pada pertumbuhan intelektualitas dan psikologis anak-anak. Siswa yang prestasi akademiknya bagus, biasanya adalah siswa yang gemar membaca. Siswa yang memiliki keterampilan berbahasa yang baik, lisan dan tulisan, adalah siswa yang akrab dengan bacaan.

Oleh karena itu peran sekolah sangat penting dalam upaya mengenalkan bacaan pada anak, agar mereka tidak sekedar gemar membaca tapi menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya atau kebiasaan sehari-hari. Itu sebab kenapa Pemerintah menggelindingkan Gerakan Literasi Sekolah. Gerakan itu merupakan bukti afirmasi tentang pentingnya posisi sekolah (institusi pendidikan) sebagai ekosistem kunci dalam upaya meningkatkan kegemaran membaca (dan menulis).

Melalui buku ini, kami berbagi hal-hal teknis apa yang bisa dilakukan oleh para orangtua di rumah dan pemangku kepentingan (guru dan pimpinan) di sekolah agar anak-anak suka buku. Sebagai “infrastruktur sosial” yang sudah mapan, keluarga dan sekolah memiliki potensi yang besar untuk membalik pandangan atau persepsi banyak pihak—yang tercermin dalam hasil-hasil survei—bahwa budaya baca anak-anak kita rendah.

Semoga dengan kehadiran buku ini dapat memperkaya kazanah literatur rujukan tentang strategi peningkatan budaya baca. Dan lebih dari itu menumbuhkan optimisme tentang masa depan budaya baca Bangsa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>