Berburu Ruang Gema

echo_chambers

:: Agus M. Irkham

“Ada yang bilang kalau politik dalam masa kampanye ini adalah politik kebohongan,” ujar Ismail Fahmi, analis digital media dari Drone Emprit. “Kalau saya bilang, kontestasi politik saat pilpres ini adalah politik noise,” lanjutnya. “Kedua kubu berusaha menampilkan dan mengamplifikasi noise yang timbul dari lawan mereka. Akibatnya, publik kurang mendapat gagasan penting dari masing-masing kubu. Jadi, siapa yang bisa mengamplifikasi gagasan mereka agar publik bisa menilai?” pungkas founder PT. Media Kernels Indonesia itu.
Continue reading

Setelah KH Ma’ruf Amin Diwapreskan

Muslim

:: Agus M. Irkham

Jokowi telah memilih KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres. Dari politik kebangsaan, berakhir pada politik identitas. Begitu akhir dari drama ca(wapres). Ada dua dampak yang saya lihat dari pilihan itu. Pertama, dampak positif. Yaitu perundungan (bullying) terhadap ulama dan olok-olok terhadap agama Islam menjadi sangat berkurang. Kenapa bisa begitu? Jejak digital dengan sangat mudah menjawab pertanyaan tersebut. Pihak mana yang sebelumnya paling sering melakukan perundungan dan olok-olok terhadap ulama dan agama Islam.
Continue reading

Klaim Kebenaran

truth

:: Agus M. Irkham

syiah bukan islam! silakan saja jika anda punya sangkaan seperti itu. hanya saja, pastikan anda punya pengetahuan yang lengkap dan mendalam tentang syiah. mulai dari soal imamah hingga beragam sekte yang ada. lebih oke, jika anda secara intens dalam waktu yang lama berinteraksi dengan penganutnya.

anda menganggap suatu ibadah sebagai bid’ah! silakan saja. tapi sebelumnya ada harus pastikan terlebih dahulu apa yang disebut dengan bid’ah itu lengkap dengan variannya serta konteks serta sejarah “ibadah tambahan” itu bermula.

Continue reading

Stop Minta Buku Gratisan!

dauzan

:: Agus M. Irkham

Bagi para pegiat literasi, nama Dauzan Farook tentu sangat famiiar. Pemilik perpustakaan MABULIR (Majalah dan Buku Bergilir) ini menjadi inspirasi buat banyak pegiat dalam menjaga marwah atau martabat diri.

Ada dua hal yg menjadi legacy atau warisan alm Mbah Dauzan. Pertama, bacaan harus didekatkan pada calon pembaca. Kelompok baca dan multy level reading dalam istilah beliau. Jika saat ini Anda mengenal Pustaka Bergerak, sesungguhnya inspirasinya dari MLR mbah Dauzan Farook ini.

Continue reading

Perpustakaan dan Kesejahteraan

perpus_oke

:: Agus M. Irkham

Perpustakaan, sesuai dengan namanya berarti himpunan pustaka. Satu di antaranya berupa buku. Pemahaman umum tentang perpustakaan pun adalah tempat berkumpulnya buku. Selain itu, tentu saja ada aktivitas membaca (dan menulis). Terakhir disebut menjadi satu dari enam lingkup literasi (literacy).

Belakangan banyak mengemuka pembicaraan tentang literacy dan pembangunan; literasi dan peningkatan kesejahteraan, bahkan lebih mengerucut lagi: perpustakaan dan (peningkatan) kesejahteraan. Aktivitas membaca (dan menulis)—literasi baca tulis—dapat meningkatkan kesejahteraan. Begitu simpulan yang muncul. Dan mayoritas publik menempatkan kata sejahtera tersebut dalam pengertian materi atau ekonomi

Continue reading

Reuni

IMG_20180424_102920_990

:: Agus M. Irkham

Secara mudah, kata “reuni” bisa dimaknai pertemuan kembali atau kembali (re) menjadi satu (unity). Menjelang ramadhan seperti sekarang ini, biasanya beragam reuni teragendakan. Bisa reuni bersama kawan-kawan saat di SD, SMP, SMA atau pas kuliah. Masing-masing punya pertimbangan sendiri untuk datang atau tidak. Ada sebagian yang memutuskan diri untuk tidak hadir lantaran merasa hidupnya tidak sesukses teman-teman lainnya. Ada perasaan minder. Ada juga yang (mungkin) semangat sekali untuk hadir, karena reuni bisa menjadi panggung bagi kesukesesan hidupnya.

Continue reading

Cinta Pertama Tan Malaka

IMG_20180423_060518

:: Agus M. Irkham

Majalah Tempo edisi 11-17 Agustus 2008 memuat tulisan khusus tentang Tan Malaka dengan judul di kaver: BAPAK REPUBLIK YANG TERLUPAKAN. Ada banyak sudut pandang tema yang ditulis. Satu di antaranya tentang kehidupan asmara Tan. Perempuan di Hati Macan. Demikian judul artikel yang diberikan. Dikisahkan, Tan Malaka saat masih di sekolah raja (Kweekschool) Bukittinggi, jatuh cinta dengan Syarifah Nawawi. Teman satu sekolah Tan. Syarifah adalah anak dari Nawawi Soetan Makmoer, guru Bahasa Melayu di sekolah raja yang membantu Charles van Ophuijsen menyusun Kitab Logat Melajoe (dikenal sebagai tata Bahasa Ophuijsen) pada tahun 1901.

Continue reading

Habis Baca Terbitlah Gelap

gelap-cute1

: Agus M. Irkham

Ketika saya berada di toko buku, satu hal yang selalu muncul dalam benak saya adalah betapa (nikmat) ilmu Allah Swt itu sangat luas sekali. Sepenuh rak menuliskannya. Dan itu belum cukup. Saya menjadi teringat “tantangan” dari Allah Swt kepada hambanya, jika air laut digunakan sebagai tintanya, sampai laut itu mengering, tak cukup untuk menuliskan karuniaNya. Meskipun ditambah lagi satu samudera dengan air yang sama penuh.

Dengan demikian, buku, teks, sesungguhnya hanya bagian dari sedikit representasi sifat kekuasaan, karunia dan ilmu Allah. Oleh karena itu, seorang pembaca teks, mestinya dapat menemukan kesadaran yang bersifat ketuhanan atau transenden. Sejak awal telah menyadari bahwa puncak dari tujuan kegiatan membaca adalah meningkatnya rasa penghambaan terhadap Allah.

Continue reading

Literasi Baca di Era Kekinian

nc-logo-youtube-mobile

:: Agus M. Irkham

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti acara Siberkreasi di Kemayoran, Jakarta. Acara yang digagas dalam rangka kampanye internet sehat dan bijak bermedia sosial ini banyak menampilkan menu kegiatan. Satu diantaranya berupa unjuk bincang atau talk show tentang pentingnya menyebarkan informasi dan pengetahuan yang berguna melalui YouTube.

Pemanfaatan YouTube ini dinilai cukup efektif mengingat budaya menonton yang telah menjadi kecenderungan umum masyarakat Indonesia. Respon penonton pun terukur. Mulai dari jumlah penonton (views), pengklik ikon jempol (liker), yang membagikan tautan (share), menulis komentar dan jumlah subscriber.

Continue reading

Benar dan Salah

right_wrong

:: Agus M. Irkham

“Kanda Kumbokarno, mengapa kanda bersedia memimpin pasukan Alengka, yang kanda tahu adalah para angkara murka? Padahal jelas, jika tentara yang kanda pimpin menang, pasti akan membawa bencana kemanusiaan. Segeralah kanda bergabung bersama kami, pejuang kemanusiaan,” ucap Wibisono kepada Kumbokarno kakaknya. Keduanya adalah adik Rahwana. Saat itu Alengka diserbu Rama—membebaskan Shinta dari sekapan Rahwana.

Continue reading