Menulis itu Menyembuhkan

IMG_20160825_222646

:: Agus M Irkham

Judul Buku >> Writing for Therapy
Penulis >> Naning Pranoto
Penerbit >> Buku OBOR
Jumlah Hlm xix +137 Hlm
Tahun Terbit >> 2015

Selama ini, sebagian besar pelatihan menulis—untuk tidak mengatakan semuanya—selalu menjadikan karya sebagai tujuan. Mulai dari artikel, cerpen sampai novel. Menjadikan kemampuan menulis menjadi tujuan itu sah-sah saja. Meski nuasa kelewat menyederhanakan, tak dapat dihindari. Karena hanya menyangkut ranah materi (karya, harta). Lagian, kalau itu yang dijadikan satu-satunya tujuan, justru akan menjadi senjata makan tuan, jika ternyata peserta pelatihan tidak bisa menerbitkan satu pun karya.

Continue reading

Muda, Kaya, Mati Masuk Surga

kitab_suci

:: Agus M Irkham

Judul Buku >> Kitab Sakti Remadja Oenggoel

Penulis >> Riawani Elyta dan Oci Yonita Marhan

Penerbit >> Indivia

Cetakan I >> Juni 2013

Jumlah hlm >> 200 halaman

Harga >> Rp28.000

ISBN >> 979-602-8277-95-2

Ukuran buku >> 20 cm

 

Dimana-mana perubahan sosial digerakkan oleh kelas menengah. Kelas menengah dapat dicandrai melalui tiga ukuran. Pertama, kemapanan tingkat ekonomi. Kedua, pendidikan terakhir yang ditamatkan relatif tinggi. Ketiga, memiliki peran sosial yang luas dan berarti. Sesuai dengan sunatullah, aktor perubahan sosial ini akan terus mengalami penggantian. Sesuai dengan berjalannya jelujur waktu kehidupan ini. Dan pemasok pelaku perubahan itu adalah generasi muda. Termasuk bagian dari generasi muda ini adalah para remaja. Artinya, proses menggarap diri untuk menjadi kelas menengah agar mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan itu seyogianya sudah dimulai dari kehidupan remaja. Sehingga ketika mereka bertumbuh menjadi kelas menengah, tidak sekadar menambah dari segi kuantitas atau jumlah saja, tapi lebih penting dari itu adalah kualitas.

Continue reading

Dari Ceriwis Personal ke Ceriwis Komunal 

gentho

:: Agus M Irkham

Judul Republik Genthonesia
Penulis Mbah Dipo
Penerbit Pro You, Yogyakarta
Cetakan I 2009
Tebal 254 Halaman

 

Pasca 1998, setiap orang begitu mudah berbicara tentang ketidakberesan dan pelanggaran, terutama yang dilakukan oleh negara. Jika sebelumnya kritik adalah haram, setelah Soeharto lengser keprabon, kritik menjadi 200 persen halal. Bahkan tiap orang merasa wajib ceriwis terhadap segala problem kebangsaan. Harga sebuah kritikan menjadi demikian murah. Kebanyakan orang menganggap kritikan menjadi sesuatu yang biasa. Akibatnya, seorang pengiritik kehilangan keistimewaannya—matilah si pengkritik.

Continue reading

Menggenapi Nama Allah yang Keseratus

buku_mencari_nama_Allah_100

:: Agus M. Irkham

Judul Buku >> Mencari Nama Allah yang Keseratus

Penulis >> Muhammad Zuhri

Penerbit >> Serambi Jakarta

Cetakan >> Pertama, Juli 2007

Tebal >> 215 halaman

 

Syarat pertama untuk menjadi muslim adalah mengucapkan kalimat syahadat. Momen meniadakan yang lain dan mengukuhkan yang satu, ialah Allah. Namun deklarasi itu belum final sampai dengan ia berhasil mengejawantahkan keyakinan ketuhanannya dengan perilaku keseharian. Hadir tidak sebagai anak struktur (akibat) tapi makhluk sejarah (sebab). Ia mampu memosisikan diri sebagai bukti keberadaan Tuhan. Bukti hadirnya kuasa kemanajerialan—Nya. Melalui sarana apa? Melalui 99 nama yang digunakan Tuhan untuk mencipta, memelihara, dan mengembangkan semesta sampai mencapai kebulatan yang nyaris sempurna. Dengan 99 nama Tuhan, ia menggarap diri, berupaya mengenapinya menjadi bilangan sempurna, 100.

Continue reading

Penerbit Yogya Buka Rahasia

IMG_20150521_092105

:: Agus M. Irkham

Judul >> Declare! Kamar Kerja Penerbit Jogya (1998 – 2007)
Penulis >> Ade
Kata Pengantar >> St. Sunardi
Penerbit >> Komunitas Penebit Jogya (KPJ)
Cetakan Pertama 2007
Jumlah Halaman >> xxxvi + 341 (termasuk indeks)

 

Sulit untuk tidak menyebut Jogya ketika membicarakan buku. Baik dalam lingkup minat baca, gelaran acara, maupun keberadaan penerbit. Berdasarkan data yang dirilis di buku panduan Jogya Book Fair 2006 saja, paling kurang ada 44 penerbit. Jumlah tersebut hanya meliputi penerbit yang terdaftar sebagai anggota IKAPI DIY. Belum termasuk penerbit indie, yang kisaran jumlahnya lebih dari 100 penerbit.

Continue reading

Bill Gates dari India

IMG_20150521_092039

:: Agus M. Irkham

Judul Buku >> Rahasia Bisnis Orang Asia Terkaya di Dunia
Penulis >> Zia Permata Buana
Penerbit >> Hikmah (Kelompok MIZAN), Bandung
Cetakan >> Pertama, Juli 2007
Tebal >> x + 124 halaman

 

Entah, garis hidup seperti apa yang akan disapakan Tuhan pada Lakshmi Nivas Mittal, jika ia tak berhijrah ke Surabaya. Pria kelahiran Sadulpur, sebuah desa miskin, gersang, berpasir, dan hanya ditumbuhi pohon berduri, di wilayah distrik Churu, negara bagian Rajasthan, kawasan bagian barat India, 15 Juni 1950. Hidup dalam keluarga miskin dengan jumlah kerabat sampai 20 orang. Berjejal dalam satu rumah sederhana berlaintaikan tanah, tidur di atas anyaman tali, dan masak memakai kayu bakar.

Continue reading

Menziarahi Peradaban Melalui Buku

IMG_20150516_070809

:: Agus M Irkham

Judul Buku: Buku-Buku yang Mengubah Dunia
Penulis : Andrew Taylor
Penerjemah: O.V.Y.S. Damos S.
Penerbit: Erlangga
Cetakan I: 2011
Tebal: 220 Halaman
Harga: Rp171.000

 

Sahdan terjadi pertengkaran hebat di markas tentara Yunani antara Raja Agamemnon, saudara Menelaus, dan seorang pahlawan Yunani bernama Achilles. Pokok persoalan bermula direbutnya seorang budak wanita tawanan oleh Agamemnon. Akibatnya adalah kekalahan bangsa Yunani dalam salah satu serangan ke Troya karena Achilles dan rekan-rekannya menarik diri dari pertempuran.

Continue reading

Menulis Sejarah Kampung

Resensi_buku_COVER

:: Agus M Irkham

Judul Buku: Ngeteh di Patehan, Kisah Beranda Belakang Keraton Yogyakarta Penulis/Periset: Alimudin Daing; Devi Dean Aw; Iffah Karimah; Ikrar Pribadiansyah; Jaya Adi Praptama; Nurhidayah; Nurul Khusnah; Satya Putranto; Tri Dewi Kartini; Teta Fathiyah

Supervisi: Muhidin M. Dahlan
Koordinator Riset: Faiz Ahsoul
Penerbit: Indonesia Buku, Yogyakarta
Cetakan Pertama: 2011
Tebal: 520 halaman, termasuk indeks

Harga: Rp100.000

 

Sejarah adalah biografi orang-orang besar. Berisi beberan peristiwa luar biasa. Heroik. Mengharu biru. Tidak saja penuh leleran keringat, tapi juga darah yang tertumpah. Ada yang kalah, ada pula yang menang. Ada menguat dan menjadi ingatan umum, ada pula yang melemah dan seterusnya pupus. Begitu makna sejarah yang dimengerti oleh sementara kita.

 

Kini, tiap diri berhak menuliskan sejarahnya masing-masing. Tiap orang berhak membubuhkan catatan kaki atas segenap peristiwa yang dialami. Baik pengalaman yang bersifat material—pengalaman yang diperoleh karena perpindahan wadag, maupun yang bersifat perenungan, pemahaman, dan persepsi. Tak terkecuali sejarah kampung.

Continue reading